Sabtu, 06 Desember 2008

ABOUT(LOSER,MAN,LOVE,REASON,SOLUTION)

Bab I
Tentang Pecundang

“Tidak tersedia tinta emas untuk sejarah pengecut.”
 Seseorang yang biasa hanya berbicara tanpa bisa membuktikan tentang apa yang telah dia katakan adalah pecundang. Seseorang yang suka berlebihan tetapi jika ditantang dia kabur juga termasuk seorang pecundang. Pecundang bisa juga disebut dengan pengecut. Karena pengecut itu menghindari segala kesulitan dengan berbohong. Dan pengecut itu sebelum mati sudah mati berkali-kali.
“Pekerjaan pengecut adalah mencurigai segalanya.”(Pribahasa)
 Seorang pecundang atau pengecut bisa dalam hal masalah hati bisa sangat penakut atau sama sekali bisa menjadi seorang buaya. Jika dia menjadi seorang penakut dan memberikan hati kepada seorang maka dia hanya pintar dalam pembicaraannya tapi dalam tindakan dia tidak melakukan apa-apa sehingga tidak terbukti realisasinya dari apa yang dikatakannya selama ini. Seperti puisi karya Jalaindra
Entahlah
Selalu saja tidak ada kata perjumpaan
Kau diam, aku diam membiarkan mata dan degup kita jantung bicara
Entah lidahku terlalu beku untuk sekedar mengucap sapa
Atau mungkin detak jantungku yang terlalu cepat hingga aku sesak napas
Atau mungkin kaulah yang terlalu angkuh untuk berkata
Atau mungkin aku?
Tidak aku sadari, aku telah membiarkanmu bermain sepuasnya di dalam diriku
Menggelitik dan menandai setiap jejak keberadaanmu dengan segarit kenangan
Yang membekas dalam ingatan
Andai aku bisa menghapusnya, semudah aku menghapus goresan-goresan di dinding
Atau menimpanya dengan goresan yang lain
Tapi ia membekas begitu dalam, meski hanya segaris kenang
Akan perjumpaan yang begitu singkat tanpa kata
Adakah aku laki-laki pengecut?
Yang tak sanggup berucap sepatah kata di depanmu?
Dan hanya bisa bermain-main dengan kata-kata di dalam pikiranku sendiri?
Ah persetan dengan anggapan semua orang-orang itu,
Persetan dengan omongan buku-buku penuntun itu
Ini masalah rasa yang tak sanggup untuk diutarakan lewat kata-kata….
Apabila dia sudah berubah menjadi buaya dia sudah melakukan tindakan tapi yang dibicarakan tetap saja “bullshit” ini sebenarnya lebih meyakitkan daripada seorang penakut karena seorang buaya sudah melakukan tindakan yang pada akhirnya semua itu hanya omong kosong belaka. 
“ Kebohongan berlawnan dengan kebenaran juga sering berlawanan antar mereka sendiri.” (Daniel Webster)
 Sebagai buaya darat biasanya hanya bermodal tampang lumayan ganteng( dari hongkong) ataupun bersaku tebal. Jika modal itu tidak ada maka hanya perlu pembicaraan yang menarik hati lawan bicaranya, karena seorang perempuan dapat tertipu dari pendengarannya. Playboy cap kampak ini cuma bisa omong doang dan ketika digertak ataupun di minta pertanggung-jawaban dia akan lari tunggang langgang atau bersembunyi yang tidak diketahui rimbanya.
“Pengecut itu mengancam pada waktu ia sendiri selamat.” 
( Johann Wolfgang Von Goethe)
 Sifat bakat seorang pecundang adalah berbohong. Tidak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya bakul jamu, tukang ngelaba, cuma berkata tanapa disertai dengan perbuatan apa yang pernah dikatakannya, atau istilah kerennya NATO (Not Action Talk Only)
Puisi Marah
Oh bersiaplah menerima sumpah serapahku
Oh bersiaplah menerima muntah mantihku
Aku sudah berlari seperti halilintar
Sudah kutabrak semua aspal dan trotoar
Kini saatnya untuk mengumpat 
Sudah...sudah
Habisi saja hidup ini
Ambil peluru emas
Kokang pistolmu
Pilih kepala atau jantungku
Kau akan mengingat selamanya
Kau akan mengingat selamanya
 Pecundang hidup dalam dalam kepura-puraan yang digunakan untuk melakukan aji “mumpungisme” untuk mengelabui orang di sekitarnya. Pura-pura setia ga taunya setia(selingkuh tiada tara), pura-pura tanggung-jawab ga taunya ambil langkah seribu untuk lari dari tanggung-jawab, pura-pura rendah hati ga taunya tinggi hati, pura-pura baik dengan semua orang ga taunya hanya dengan orang tertentu, dan pura-pura yang lain. Kepura-puraan tidak akan membuat seorang pecundang semakin baik malah semakin buruk. Jika bisa berubah, sebaiknya mereka mulai untuk selalu berterus-terang.
Terus Terang Terus
Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan, bukan karena terlalu berat atau kekuatan tidak memadai. Namun karena tidak mau berterus-terang. Hidup dalam kepura-puraan tidak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila ada kesulitan jangan tolak bantuan. Sikap terus-terang membuka jalan bagi penerima orang lain. Persahabatan dan kerjasama membutuhkan satu hal yang sama yaitu keakraban. Keakaraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus, hanya terwujud dalam kejujuran dan sikap terus-terang. Ketidakterusterangan bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna yang sangat sempurna, namun tidak mewangi. Walaupun mawar aslinya segera layu dan tidak seindah yang palsu, tetap saja semua orang menyukai bunga mawar yang asli, mengapa? Sebab ada detak kehidupan pada mawar yang asli itu. Kejujuran hidup adalah hidup alami yang sejati. Hidup ini tidak terus terang, sama saja membohongi hidup itu sendiri. Kita bisa memilih untuk hidup apa adanya dan berhak menikmati kehidupan di dunia ini atau hidup berpura-pura tanpa keterusterangan dalam dunia ilusiyang tiada henti. Sudah berapa sering dan sampai lama hidup untuk dalam kondisi tidak terang terus???
 Seorang pecundang tidak bisa menjadi seorang manusia sejati, karena manusia sejati di masa ini pun sudah habis di makan zaman. Karena bukan karena ampuh, bukan juga karena tampan manusia menjadi sejati. Seseorang tidak bisa menjadi manusia sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seseorang tidak dengan sendirinya menjadi manusia sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seseorang belum menjadi manusia sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seseorang tidak menjadi manusia sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seseorang meskipun dia seorang idola yang dikagumi, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaharu, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi manusia sejati!
Pengecut
Buka dada mu
Tepuk ia sampai merah
Kau lelaki bukan rembulan 
Kau lelaki bukan rembulan
 Seorang pecundang adalah seorang yang suka mengobral janji. Mereka berkata seolah dengan mimik muka yang meyakinkan akan menepati janjinya, tapi pada kenyataan “talk only.” Jika kita lihat dari luar kepribadiannya mungkin seperti orang yang dapat dipegang janjinya hanya dilingkungan orang-orang yang diseganinya tapi untuk orang-orang yang dipermainkan semua omongan seorang pecundang tidak bermakna sama sekali. Jika boleh menyamakan dengan tokoh pewayangan, sosoknya hampir mirip dengan tokoh Sumantri.
Sumantri
Dalam tokoh pewayangan Sumantri adalah yang paling kontroversial karena dikategorikan sebagai satria dan prajurit utama. Sumantri mempunyai kesan “loma” (murah) , memiliki prinsip praktis yang teguh, “ satu antara kata dan perbuatan.” Bila ia berkata merah ya merah, putih ya putih tidak bakal merah njobo putih jero kuning (merah luar putih dalam kuning). Tapi hal itu tidak terbukti karena Sumantri sering mengingkari janji kepada adiknya, Sukasrana yang kebetulan berwajah buruk(raksasa kerdil), tetap sangat polos dan luhur budinya. Sumantri selalu saja mengingkari janji dengan berbagai tipu daya kepada Sukasrana sehingga menyebabkan kematian adiknya tersebut. Janji-janji kesanggupan Sumantri selama ini hanya “ lamis” belaka. Justru pantas disebut “njobo putih njero kuning” atau bisa juga dikatakan “esuk dele sore tempe.” Ini bisa dibaca dalam Serat Tripama, yang berbunyi sebagai berikut:
Katri mangka sudarseneng Jawi,
pantes sagung kang para prawira,
anulada sakadare
mring lelabuhanipun
haywa nganti tinggal palupi, 
manawa tibeng nistha,
ina hesthinipun,
sanadyan tekading buta,
beda-beda panduk panduming dumadi,
marsudi ing kotaman.
Arti:
Ketiganya merupakan tokoh utama (Sumantri, Adipati Karna, Kumbakarna) tanah Jawa yang perlu diteladani sebisanya oleh para perwira. Khususnya mengenai pengabdian dan pengorbanannya.
Jangan hendaknya melupakan suri tauladan ini jika ingin terhindar dari sikap hina dan nista. Meskipun berwujud raksasa, tetapi sifat dan sikapnya berbeda-beda. Ada yang senantiasa menghargai keutamaan.
Diantara ketiga tokoh yang terdapat dalam Serat Tripama hanya Sumantri yang kurang memenuhi syarat untuk ditampilkan sebagai teladan. Sehingga kesimpulan umum yang bisa diambil tentang sumantri adalah bahwa ia bukanlah tokoh teladan yang sempurna ditinjau dari segala segi. Sumantri jelas tidak sama dengan Duryudana atau Rahwana. Ia bukan penjahat tetapi satria luhur dengan jiwa keprajuritan yang pantas di contoh, tetapi sebagai manusia seutuhnya ia memiliki cacat yang cukup besar yakni kurang dapat menepati janji.  
  Hal ini sama seperti dengan seorang pecundang, karena hanya sedikit orang yang cermat betul untuk bisa mengetahui sifat seseorang seperti itu. Jika dilihat dari luarnya mungkin termasuk orang yang disegani karena kebaikan hatinya tapi bagi orang-orang yang disakitinya cuma ingin mengumpat di depan pecundang tersebut. 
“ Saat aku menaiki tangga aku berjumpa dengan seorang laki-laki yang tak ada di sana sebelumnya, dia tidak ada lagi di sana hari ini. Aku berharap dia sudah pergi jauh.”(Hughes Mearns)
 Apabila manusia sejati diumpamakan sebagai laki-laki karena sesungguhya pecundang itu adalah identik dengan laki-laki. Maka perempuanlah yang sudah pasti menjadi obyek yang tersiksa.
Penyiksaan psikis akan membuat penderitaan bagi pihak perempuan yang dikecewakan. Sehingga tidak dapat berpikir jernih sampai kesadaraannya bisa pulih kembali. Bahwa ia sadar untuk melupakan kekecewaan yang hanya membuang energi dan waktu saja.
Kesadaran
Pada suatu tempat di lubuk terdalam dari kesadaran kita terbentang jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang dicari semua manusia
Begitu kesadaran kita merosot, kita kehilangan perasaan-perasaan cinta dan pemahaman dan mengalami kehampaan, kebingungan dan keputusasaan
Begitu kesadaran kita naik, kita mendapatkan kembali kemurnian pemikiran dan pada gilirannya mendapatkan kembali perasaan-perasaan cinta dan pengertian kita
  Pecundang tidak akan pernah memahami perempuan dalam hal apapun. Mereka tidak memahami 
jika ada mahluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan laki-laki, itulah perempuan.
jika ada mahluk yang sanggup menaklukan hati hanya dengan senyuman, itu perempuan. 
jika ada mahluk yang menggunakan perasaan bukan logika itulah perempuan. 
Perempuan tidak butuh argumentasi yang hebat dari seorang laki-laki, tetapi dia hanya butuh jaminan rasa aman dari seorang laki-laki, karena dia ada untuk dilindungi tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosi. Perempuan tidak tertarik kepada fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tapi ia butuhkan adalah perhatiannya. Kata-kata yang lembut, ungkapan kasih sayang yang tulus yang baginya. 
Pecundang
Kubur aku tanpa nisan
Jangan tabur bunga
Kerikil saja
Setelah itu pergilah
 Bila seorang pecundang memahami seorang perempuan itu pun hanya kepura-puraan belaka yang diwujudlkan dengan tingkah nya yang sok cool, sok idih, sok iyes. Kadang pecundang memberikan sedikit pengertian walau itu hanya kesan jaim yang diberikannya dengan gaya yang sok suci “shitt”muci . Orang-orang seperti tidak mempunyai rasa malu atau mungkin urat malu para pecundang sehingga tidak merasakan sakitnya, sakit hati. Muka mereka sudah jadi tembok “ rai gedek” kalau kata orang jawa. Mukanya sudah bebal seakan-akan pecundang sudah bersahabat dengan malu sekian tahun lamanya
Bersahabat Dengan Malu
Sesungguhnya sebagian dari apa yang dikenal orang dari ungkapan kenabian yang pertama adalah, “ Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.”(HR. Al Bukhari)
Jika sudah menjadi mahasiswa dan masih 100% mengandalkan biaya dari orang tua ditambah indeks prestasi pas-pasan dan tidak lulus-lulus, kalau tidak malu, berbuatlah sesukamu!
Jika seorang pegawai dan dalam kondisi krisis ini tidak banyak yang dikerjakan, namun setiap bulan tetap menerima gaji, apalagi tidak banyak tuntutan dari perusahaan, kalau tidak malu berbuatlah sesukamu!
Jika seorang suami tidak mampu memimpin keluarga dan tidak mau mengasah diri, kalau tidak malu, berbuatlah sesukamu!
Jika seorang pecundang, tidak mau bertanggung-jawab dengan apa yang dilakukan, tidak mengatakan kejujuran dan selalu melempar kesalahan dengan menfitnah orang, kalau tidak malu maka berbuatlah sesukamu!
Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Fushilat(41):40)
 Seorang pecundang adalah seorang yang tak pernah bermimpi atau mungkin malah seorang pemimpi besar tapi tak pernah terwujudkan karena dia tidak pernah berusaha untuk mendapatkannya. Mereka mengaku seorang intelek dengan wawasan yang luas tapi pada kenyataannya hanya isapan jempol, karena ketika dimintai tanggung jawab mereka bersembunyi dan mengunci mulut mereka rapat2. Mereka hanya bermimpi memimpikan yang ta pasti. Seprerti terdapat pada tujuh sifat pemimpi, ada beberapa sifat yang sesuai banget dengan pecundang
Tujuh Sifat Pemimpi
1Tidak pernah bermimpi
2Adalah kelompok pemimpi yang ingin bermimpi tetapi tidak berani bermimpi, Sebab hidupnya dirudung ketakutan demi ketakutan. Sehingga bermimpi saja tidak berani. Ini adalah kelompok orang pengecut.
3Bermimpi masa lalu
4Kelompok pemimpi yang ingin bermimpi tetapi mimpinya hal-hal masa lalu. Sebab hidupnya dirundung rasa kekesalan yang tidak perlu sehingga mimpi beraninya hanya masa lalu. Mereka adalah kelompok orang yang rasional. Mereka membuat banyak alasan untuk menutupi kelemahannya.
5Pemimpi yang bermimpi namun mimpinya kecil
6Kelompok pemimpi yang hidupnya dilanda rasa minder yang tidak perlu. Mereka ini adalah kelompok orang minder. Mereka mengecilkan kapasitas yang sebenarnya sangat besar.
7Peminpi yang bermimpi besar, namun tidak siap
8Kelompok pemimpi yang hanya bagus saat pembuatan blue print. Namun tidak menyiapkan jalan ke arah mimpinya. Mereka juga kelompok yang tidak bersabar sehingga hanya pandai membuat proposal hidup yang sangat bagus tapi tidak aplikatif.
9Pemimpi yang bermimpi besar namun setelah tercapai mimpinya menjadi mudah puas
10Kelompok orang yang hanya puas untuk memuaskan dirinya sendiri. Sehingga tidak mensyukuri potensinya yang sangat luar biasa.
11Pemimpi yang bermimpi besar, setelah tercapai bermimpi besar lagi, begitu dan seterusnya
12Ini adalah kelompok orang yang punya optimalisasi, sabar dan syukur.
13Pemimpi saja yang bermimpi, namun pada level mimpi basah
14Kelompok pemimpi bagi laki-laki yang sudah memasuki duina dewasa. Namun bukan berarti akan siap menghadapi hidup. Mereka ini adalah kelompok orang yang hanya dewasa dari segi fisik. Sehingga secara fisik dewasa, namun belum tentu berprilaku dewasa.  
 Seorang lelaki tetap seperti pecundang bila dia masih kerasan sebagai pecundang. Dia tidak akan berubah walau seribu langit menimpanya. Dia juga tidak pernah sadar dengan yang dilakukannya pada orang-orang disekitarnya khususnya orang-orang yang pernah disakitinya, karena seorang pengecut tidak pernah menjadi laki-laki sejati.
“Hidup adalah tentang sebuah pilihan. Tak ada pilihan yang mutlak benar ataupun mutlak salah. Setiap pilihan pasti ada sisi positif dan sisi negatifnya. Cuma kadarnya saja yang berbeda-beda dalam setiap pilihan. Dan seorang laki-laki sejati adalah seseorang yang secara tegas berani mengambil suatu pilihan, menjalaninya dengan kesungguhan hati, dan dengan kelapangan jiwa menerima segala tanggung jawab atas pilihan tersebut.”
Bab II
Tentang Laki-laki

“ Apa sih itu lelaki? 
Bayi konyol yang sia-sia berjuang dan berkelahi 
dan ngambek dan menginginkan segalanya 
tetapi tiada pantas mendapatkan apapun.
 Satu lubang kuburan mungil adalah 
semua yang akan di dapat.”

 Pecundang identik dengan laki-laki karena jarang ada perempuan yang disebut dengan pecundang. Laki-laki yang pengecut bisa dalam arti tidak bertanggung jawab, terlalu banyak bicara tanpa disertai perbuatan ataupu bisa jadi di karenakan kedewasaannya yang datang terlambat walaupun usia semakin menua. Laki-laki bisa digambarkan dalam arti luas, walau dilihat dengan kacamata subyektif tapi bisa dijadikan sebuah pemikiran bagaimana seorang laki-laki bisa berubah menjadi seorang pengecut atau pecundang.
“ Seorang lelaki jahat yang ditahan oleh musuhnya, tidak akan bisa bebas dari cengkraman hukuman, kemanapun dia pergi. Sesekali orang yang jahat bisa terhindar dari bencana, namun kejahatan yang telah ia lakukan tetap akan mendapat balasan, meskipun ia melarikan diri menuju langit.”(Sa'di)
1. Morfologi Laki-laki
 Laki-laki, lelaki atau pria adalah salah satu dari dua jenis kelamin manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Penggunaan istilah “ lelaki” dalam bahasa Indonesia pada manusia dan dalam jantan pada binatang. Lelaki mempunyai sifat-sifat yang membedakan dengan perempuan yaitu
Lebih bersikap agresif dibandingkan perempuan. Bagaimanapun, dalam hubungan antar pribadi sebagian besar penyelidikan mendapati bahwa keagresifan antara lelaki dan perempuan sama saja. Bagaimanapun, lelaki cenderung lebih agresif di luar rumah dan sebaliknya. 
Lebih bersikap kompetitif, tetapi juga lebih keras kepala dibandingkan perempuan. 
Mempunyai keyakinan diri lebih besar (malah terkadang sombong juga) dan mempertunjukkan kemahiran kepemimpinan yang lebih baik dibandingkan perempuan. 
Lebih dapat mengedepankan akal dan emosi. 
Mempunyai kemahiran teknis lebih besar dan pengurusan dibandingkan perempuan. 
Lebih cenderung pada pemikran abstrak dibandingkan perempuan
Lebih kasar dibandingkan perempuan
Lebih gemar bercakap dan lebih cenderung mencela saat orang sedang bercakap dibandingkan perempuan. 
Lebih cenderung menyindir dan menggunakan metafora dalam pembicaraan
 “Berhentilah berbicara dan lakukan tindakan nyata.”(Aura)
 Lelaki dewasa merupakan masa atau perjalanan hidup seorang lelaki setelah dia berubah dari anak-anak . Lelaki yang tidak sadar akan kedewasaannya itulah yang menjadikannnya seorang pecundang.
“ Banyak orang tidak tumbuh menjadi dewasa karena mereka menjadi orang asing bagi diri sendiri.”(Tarthang Tulky)
 2. Kedewasaan laki-laki
 Pecundang tidak sadar akan kedewasaannya, munkin dia sendiri tidak ingat sudah dikhitan apa belum. Karena itu perlu direnungkan dimana letak kedewasaannya berada. Menurut pemikiran dan pengamatan seseorang kedewasaan di pengaruhi oleh:
 Pertama, dengan siapa dia bergaul dan berinteraksi. Dalam agama Islam, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seseorang itu bersama agama temannya. Maka hendaklah seseorang memperhatikan dengan siapa dia berteman” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
 Contoh paling sederhana adalah apabila dia sering berinteraksi dan berteman dengan preman terminal, maka kita lama kelamaan akan menjadi preman terminal pula. Apabila teman-temannya adalah orang yang baik agamanya, maka agamanya yang berteman dengannya pun akan menjadi baik pula.
 Kedewasaan juga begitu. Bila dia berteman dengan orang-orang yang dewasa dalam berpikir, bertindak, berbicara, dan hal lainnya, dia juga akan meniru sikap dewasa tersebut.
 Kedua, pemahaman seseorang terhadap agamanya. Seseorang yang tidak memahami agamanya sendiri secara menyeluruh cenderung merasa kebingungan dalam menjalani hidupnya, karena ia mencari-cari sendiri tujuan hidupnya. Padahal tujuan hidupnya sudah digariskan sangat jelas di agama mereka. Sebagai contoh, dalam Islam, tujuan dan tugas hidup manusia dijelaskan dalam Adz-Dzariyat (51): 56, yang berbunyi, “Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”
 Seseorang yang dewasa sudah mengerti arti dan tujuan hidupnya di dunia. Ia tidak tidak menghabiskan waktu untuk mencari arti kehidupannya, sehingga bisa menghabiskan waktunya untuk melakukan amal-amal yang berguna.
 Ketiga, umur juga berpengaruh besar terhadap kedewasaan. Pengaruh umur adalah dalam pengalaman hidup. Seseorang dengan umur yang lebih pasti memiliki pengalaman hidup yang lebih pula.
Adalah penting bagi dirinya untuk selalu introspeksi diri, kapanpun itu, karena sesungguhnya dia sedang menghitung mundur ke arah lonceng kematian yang kapan berbunyinya hanya Allah yang tahu. Ia harus bisa dewasa, karena dia harus bermanfaat bagi setiap orang yang ada di sekitarnya. Tidak ada yang bisa mengubah dirinya menjadi lebih dewasa, selain dirinya sendiri.
“ Pada hakikatnya kita membentuk hidup kita sendiri dan membentuk diri kita sendiri. Proses ini tidak penah berakhir sampai kita mati. Dan pada akhirnya kita bertanggung-jawab atas pilihan kita sendiri.”(Eleanor Rosevelt).
23. Lelaki seperti karet gelang
 Lelaki sebagai pecundang bisa juga dikarenakan “ lelaki seperti karet gelang. John Gray mengibaratkan lelaki bagaikan karet gelang. Saat menarik diri, mereka hanya dapat mulur sejauh mereka dapat mengerut kembali. Ini merupakan kiasan sempurna untuk memahami siklus keakraban laki-laki. Siklus ini meliputi mendekat, menarik diri, kemudian mendekat lagi. 
 Lelaki melakukan siklus seperti itu bisa dikarenakan pengaruh “moody”, bisa diumpamakan apabila seorang laki-laki penasaran pada seorang perempuan maka dia akan mendekat terus sampai dia dapat mengetahui apa yang ada dalam dan luar diri perempuan tersebut, kemudian setelah rasa penasarannya terpuaskan, maka dia akan manarik diri karena merasa tidak perlu ada yang diketahuinya lagi. Benar-benar laki-laki yang hanya mempemainkan hati
Kuakui
Ku main hati....ku main hati
Ku tak bisa
Tuk memungkiri
Ku main hati...main hati
“ Main Hati” Andra and the blackbone
 Begitu pula halnya dalam hal “fuck” percintaan. Kebanyakan perempuan terkejut saat menyadari bahwa lelaki yang mencintai seorang perempuan pun secara berkala perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat. Lelaki secara naluri merasakan dorongan untuk menarik diri itu. Ini merupakan daur alami. Lelaki dapat menarik diri karena alasan-alasan tertentu. Lelaki bisa saja mencintai dan mempercayai perempuan dan kemudian tiba-tiba mulai menarik diri. Seperti karet gelang lelaki akan menjauhkan diri, kemudian kembali karena kemauannya sendiri ataupun tidak kembali karena kepengecutannya.
“ Mungkin sebuah telinga selama hidupnya tidak pernah mendengar suara genderang, terompet atau seruling. Dan mata mungkin belum pernah melihat sisi sebuah taman. Otak mungkin tidak pernah digunakan berpikir. Jika tidak ada bantal kapas, mungkin akan tidur dengan bantalan batu. Dan jika tidak ada pasangan jiwa untuk menemani tidur, tangan tidak mungkin ditaruh pada dada seseorang. Tidak bisa bertahan untuk tetap ada tanpa apapun.”(Sa'di)
3 Hal ini tidak bisa diketahui mengapa seorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan tiba-tiba menarik diri tanpa alasan yang jelas. Karena dari pihak lelaki hanya bisa bungkam seribu bahasa dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa penyebabnya. Dalam hal ini seharusnya digunakan pemikiran yang positif terlebih dahulu. Tapi apabila sudah terlalu lama dan tidak ada kejelasan yang pasti gunakan pemikiran negatif saja, karena tidak ada yang perlu ditunggu kejelasannya dari seorang pecundang. 
4“ Siapapun yang bersama dengan orang jahat tidak akan bisa melihat kebaikan. Jika bidadari berteman dengan setan, dia akan belajar rasa takut, umpatan dan kata-kata jelek. Dari orang jahat hanya akan belajar kejahatan. Seekor srigala tidak akan mengambil jaket yang di jahit.”(Sa'di)
54. Lelaki suka kata-kata berdefinisi
6Mungkin dikarenakan untuk mengelabui seorang laki-laki suka menggunakan kata-kata berdefinisi. Kata-kata yang perlu penjelasan lebih lanjut, seperti transdental( Ketuhanan), borjuis (golongan mampu), apologi (pembenaran) dan kata-kata besar lainnya lebih sering diucapkan oleh laki-laki dibanding perempuan. Karena tidak memiliki wilayah otak spesifik berbicara, sebagi pemburu, lelaki harus mampu mengkomunikasikan sekian informasi dengan jumlah kata-kata yang sedikit, agar otaknya dapat mengembangkan wilayah-wilayah spesifik pembentukan kosakata, yang terletak di bagian depan dan belakang otak kiri.
7Otak dan Akal
8Banyak orang percaya bahwa otak dan akal itu sama 
9Namun harus ada kekuatan di belakang otak untuk membuatnya berfungsi
10Otak dan akal pikiran adalah dua hal yang sama sekali berbeda
11Otak bersifat biologis , akal bersifat spiritual
12Otak bekerja seperti komputer, apapun yang dimasukkan ke dalamnya
13Itulah semua yang bisa anda keluarkan kembali
 Begitu logikanya
3Arti kata tidak begitu penting bagi lelaki dan kenapa mereka memilih menggunakan definisi untuk memperoleh keuntungan dari kaum perempuan dan juga dari lelaki lain. Lelaki menggunakan bahasa karena saling berkompetisi satu sama lain dan menggunakan “ definisi” menjadi sebuah siasat utama dalam memainkan permainan bahasa. Jika seorang lelaki mencoba menciptakan “inti” pembicaraan yang kuat atau mantap dan berkata, misalnya'...dia tidak mungkin bisa membuat inti pembicaraannya lebih jelas atau mencapai inti persoalan agar semua orang bisa mengerti apa yang di maksudkan. 
4“ Lebih baik sedikit pengertian daripada banyak salah pengertian.
5”(Anatole Franco)
6Kata-kata berdefinisi membuat lawan bicara menjadi menduga-duga apa arti dari defenisi tersebut. Bisa seorang laki-laki mengatkan sayang dalam keadaan yang memungkinkan dalam arti lebih sehingga membuat seorang perempuan menjadi berbunga-bunga yang ternyata hanya bunga bangkai yang ada. Karena arti sayang itu hanya bullshitt . Sehingga lebih baik tidak berpikir positif untuk yang satu ini atau bisa saja jangan diambil serius definisi tersebut. So jangan-jangan mencoba untuk mangartikan defenisi dari seorang pecundang karena hanya akan membuat kecewa.
7“ Jika engkau mendapat berita yang akan membuat hati sedih, tetaplah diam hingga yang lain memahaminya. Burung Bul-bul membawa kabar musim semi, meninggalkan kabar buruk bagi burung hantu.”(Sa'di))
85. Kalimat yang sering digunakan laki-laki
9Kalimat yang digunakan laki-laki umumnya pendek, langsung pada penyelesaian masalah-masalah dan inti persoalan. Untuk menjelaskan sesuatu mereka memberikan tambahan kosa kata yang lebih luas dan dilengkapi dengan fakta. Ketika lelaki menggunakan gaya bicara secara tidak langsung demikian dalam hubungan sosial mereka, hal itu sering pula membuat mereka tampak kasar dan terkesan tidak sopan. Pernyataan-pernyataan atau kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut seorang laki-laki lebih sederhana dan ringkas daripada kata-kata yang dilontarkan seorang perempuan dan lebih berstuktur. Kaum laki-laki biasanya menggunakan kata-kata pembuka yang sederhana, inti dan kesimpulan yang jelas.
 “ Lebih baik tidak mengekspresikan sesuatu daripada disalahartikan.”
36. Lelaki lebih suka bicara dengan dirinya sendiri
4Lelaki tumbuh berkembang sebagai kesatria, pelindung dan pemecah masalah. Bias otak dan kondisi sosial, menjaga mereka dari ketakutan atau keragu-raguan. Lelaki berbicara di dalam otak mereka, karena mereka tidak memiliki kecakapan verbal seperti yang biasa digunakan perempuan ketika berkomunikasi. Jika lelaki tatapan matanya menerawang, scan otaknya akan menunjukkan bahwa ia memang sedang berbicara pada dirinya sendiri di dalam kepalanya. 
5Anugerah
6Diantara anugerah terbesar yang diberikan kepada kita adalah kekuatan pemikiran dan kehendak yang bebasan yang memberi kita label individualitas yang memungkinkan kita untuk melihat hidup seperti yang kita harapkan.
7Anugerah yang sama ini pun bisa menjadi kelemahan terbesar manusia.
8Kita sering kekurangan kekuatan untuk mengubah pemikiran kita, sehingga kita terjerumus
9dalam pikiran-pikiran dan tingkah laku negatif masa lalu.
 Makin murni pikiran makin banyak cinta dan pengertian yang bakal mengeram dalam hati anda
3Pada diri seorang laki-laki yang terdapat sifat pengecut mereka tidak dapat menjadi seperti ksatria dan mereka juga tidak dapat menjaga dari ketakutan atau keraguaan. Karena bukan kesatria, jika ketakutan dan keraguan sudah mendarah daging. 
4Keraguan
5Keraguan adalah wajar ketika baru melakukan tapi bukan berarti baru melakukan, tapi bukan berarti harus meninggalkan sesuatu karena keraguan itu.
6Keraguan adalah jalan, bukan bayangan yang senantiasa membebani, maka lewati saja dengan tenang.
7Kepercayaan akan tumbuh jika sudah melewati keraguan itu.
8Ingatlah pintu yang terkunci dapat terbuka jika diketuk atau membukanya dengan menggunakan kunci yang sesuai dengannya.
9Seorang laki-laki yang notabene pecundang hanya bisa menutup rapat-rapat mulut mereka jika diintogerasi untuk menanyakan suatu penjelasan. Dan apabila seorang pecundang terdesak maka dia melakukan hobi joggingnya, yaitu lari dari kenyataan.
10“ Lebih baik menjadi singa sehari daripada kambing seumur hidup.”
11(Sister Kenny)
127. Mengapa lelaki tidak merasa dicintai
13Lelaki merasa tidak dicintai karena perempuan tidak mempercayainya lagi. Lelaki merasa tidak dicintai karena perempuan tidak menerima dia sebagaimana adanya. Lelaki merasa tidak dihargai dan tidak dicintai karena perempuan tidak menghargai apa yang dilakukannya. Lelaki tidak merasa dicintai karena ia merasa tidak dikagumi. Lelaki merasa tidak dicintai karena ia merasa perempuan telah menarik kembali persetujuannya. Ia tidak merasa lagi sebagai tokoh yang baik. Lelaki tidak merasa dicintai karena perempuan tidak membesarkan hatinya untuk bertindak dengan kekuatannya sendiri.
148. Kesalahan-kesalahan yang dibuat lelaki
15Ia tidak mendengarkan, mudah terbagi perhatiannya, tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang penuh minat atau penuh perhatian. Lelaki mengartikan perasaan-perasaan perempuan secara harafiah dan mengoreksinya. Lelaki menganggap perempuan minta penyelesaian, karena itu lelaki memberi nasehat. Lelaki mendengarkan , tapi kemudian marah dan menyalahkan perempuan karena mengecewakannya atau membuatnya patah semangat. Lelaki mengecilkan pentingnya kebutuhan dan perasaan perempuan. Lelaki menganggap anak-anak dan pekerjaan lebih penting. Bila perempuan marah, lelaki menjelaskan mengapa lelaki benar dan mengapa perempuan tidak boleh kecewa. Setelah mendengarkan lelaki tidak mangatakan apa-apa dan pergi begitu saja.
169. Lelaki menghindari komitmen dan tanggung-jawab
17Seorang laki-laki yang menikah atau menjalin hubungan pernikahan sepanjang hidup, diam-diam juga mencemaskan laki-laki bujangan yang banyak melakukan hubungan pra nikah dan keranjingan. Lelaki tidak akan mampu menepis perasaan-perasaan khawatir bahwa komitmen berarti sama saja dengan kehilangan kesempatan.
18Lelaki suka menanti, menanti dan menanti pasangan yang sempurna, akan tetapi mereka tidak menyadari betapa waktutelah membuatnya 
19semakin tua dan tua.
 Seorang laki-laki mengalami ketakutan bila di target untuk melakukan suatu komitmen. Jangankan untuk menikah untuk pacaran mereka juga pikirkan untung ruginya. Karena darah pecundang yang mengalir deras dalam dirinya menyebabkan perlu pemikiran panjang untuk dapat mengambil keputusan untuk melakukan suatu komitmen. Kalau pada usia bisa di maklumi untuk menimbang-nimbang lagi suatu hubungan, tapi untuk laki-laki dewasa hal tersebut sangat disesalkan bila tidak berani menentukan suatu komitmen, tapi lebih parah lagi jika membuat komitmen dan kemudain meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Sungguh benar-benar laki-laki yang tidak bertanggung jawab, terlalu cemen...
“ Pengakuan pangeran dengan suara lembut dan anak-anak tidak akan dipercaya, karena pengakuan pangeran dapat berubah dengan mudah dan anak-anak hanya mengulang pelajaran yang diperoleh semalam. Jangan memberikan hatimu kepada seseorang kekasih dari ribuan pecinta. Dan jika engkau telah memberikannya berarti engkau telah siap membagi hatimu”(Sa'di)
 Ketika usia beranjak tua seharunya memikirkan untuk mengakhiri masa lajang dengan cara yang halal. Bukan dengan cara membuat komitmen kemudian ditinggalkan, mengobral janji tapi tidak pernah ditepati, mengaku beratanggung-jawab tapi tak pernah dijawab. Seorang laki-laki bagi yang “bujangan” dan sudah berumur harusnya memikirkan pernikahan karena itu merupakan sarana untuk menyempurnakan separuh agama.
Perkawinan
Kemudian
Perempuan si ahli nujum itu berkata untuk kedua kalinya: Hei guru, apa itu menikah?
Mustofa menjawab:
Kalian lahir bersama-sama dan akan selalu bersama-sama
Kalian tetap bersama ketika sayap maut yang putih mencerai-beraikan hari-hari kalian
Benar, kalian selalu bersama sampai di hadapan Tuhan dalam keadaan terdiam
Tetapi keselamatan tetap ada dalam wujud badan kalian bersama,
Dan angin di langit akan menari-nari di antara kalian
Sebagian diantara kalian akan mencintai yang lain,
Dan janganlah kalian membuat ikatan dari cinta kalian itu:
Tapi buatlah laut yang bergelombang diantara permukaan diri kalian
Salah seorang diantara kalian hendaknya mengisi gelas minuman yang lain, dan jangan kalian minum dari satu gelas saja
Dan hendaknya salah seorang di antara kalian memberikan rotinya kepada yang lain dan janganlah kalian makan dari roti yang besar saja
Menyanyilah dan menarilah kalian bersama-sama dan bergembiralah, tetapi jadilah diri kalian masing-masing
Dengan sempurna, seperti terpisahnya dawai-dawai musik gambus, padahal ia memainkan sebuah lagu yang sama
Berikan hati kalian, sekalipun salah seorang diantara kalian tidak akan dapat menjaga hati yang lain
Karena tangan kehidupan itu sendiri mencapai hati-hati kalian
Berdirilah dalam satu barisan, tetapi jangan saling menempel:
Ketahuilah tiang-tiang tempat pemujaan itu berdiri saling berjauhan
Dan pohon-pohon saru dan pohon benalu tidak tumbuh sama tinggi, salah satu dari kedua pohon itu tumbuh di bawah bayang-bayang pohon yang lain
Bab III
Tentang C. i. n. t. a

“Genta bukanlah genta sebelum digemakan, lagu bukanlah lagu sebelum dinyanyikan, cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.”(Pribahasa Italia)

 Cinta adalah sesuatu yang suci apabila sudah diikat dalam suatu tali pernikahan. Cinta dalam pernikahan sesuatu yang lebih tinggi dari kata sayang, sesuatu yang lebih tinggi dari kata “ aku cinta kamu” dalam pacaran (makan tuh cinta...!). Bagi seorang yang mempermainkan cinta, hanya bisa mengatakan tapi ga ada perhatian, hanya bilang suka tapi ditinggal pergi, hanya bilang bertanggung-jawab tap lari dari kenyataan, hanya bilang sayang tapi digantungin, ketika diputus malah coba menfitnah. It's very-very looser.
“ Cinta masuk ke pria melalui mata sedangkan cinta masuk ke perempuan melalui telinga.”(Pribahasa Polandia)
 Jika seorang pecundang belum mengetahui bagaimana untuk mencintai Yang Maha Suci, bagaimana mungkin dia mengerti cara untuk mencintai dirinya sendiri. Dan bagaimana pula cara dirinya mencintai orang lain, kalau belum tahu bagaimana bagaimana mencintai diri sendiri? Tentu tiada mungkin. Oleh sebab itu, apabila memilih seseorang untuk dijadikan teman, janganlah melihat dari dari garis keturunannya yang baik, tidak juga karena rumahnya yang bagus atau pakaiannya yang indah. Dan bukan karena penampilannya yang menawan, ditambah dengan untaian tutur kata yang lemah-lembut, karena jika tidak maka akan mudah tertipu dan yang menggunakan tipuan adalah pecundang.
“ Hanya ada dua orang yang bisa mengatakan yang sebenarnya tentang diri anda, yaitu seorang musuh yang kehilangan kesabarannya dan seorang teman yang menyayangi anda sepenuh hatinya.”(Antisthenes)
 Andai seorang pecundang mengetahui bagaimana cara dirinya memperlakukan Yang Maha Suci, maka dirinya memandang rendah hal-hal yang berbau keduniawian, seiring dirinya melakukan perbuatan baik dan tiada meyakitkan. Karena dengan begitu dirinya akan mudah menemukan seorang teman yang mengerti tentang nilai- nilai kemanusiaan dan nilai-nilai Ketuhanan. Jika dalam segala hal dirinya selalu mengingat Yang Maha Suci, maka bisa dipastikan pecundang akan memandang rendah sifat-sifat yang berlagak keduniawian.
“ Teman sejati mengabaikan pagar rumah anda yang rusak dan mengagumi bunga-bunga dari halaman rumah anda.”(Aura)
 Mempercayai kemudian dikhianati adalah sesuatu yang sepantasnya terjadi, mencintai kemudian membenci bukanlah dari situ mengenal hati. Kalau tidak ingin dibenci, jangan mau untuk dicintai. Mempercayai untuk dikhianati, dicintai untuk dibenci, bukanlah itu, tidaklah berarti jika sudah mengetahui apa arti cinta sejati.
Ungkapan Gibran
Rasa cinta adalah hiburanku
Di kala malam medendangkan lagu-lagu kedamaian
Dan membangunkanku di waktu fajar
Untuk mengungkap makna hidup
Cinta yang dianugerahkan oleh Tuhan 
Akan membebaskan hati dari rasa dengki 
Dan tidak pernah menyakiti raga
Karena ia ada dalam jiwa
Ia adalah pertalian kokoh
Yang memandikan jiwa dalam ketabahan
Yang mengisi jiwa dengan karunia
Dialah kelembutan hati yang menciptakan harapan tanpa membingungkan jiwa
Dialah keelokan yang mengubah bumi menjadi menjadi surga dan mengubah kehidupan ini
Menjadi mimpi indah
  Cinta sejati tidak akan dipengaruhi oleh nafsu Karena nafsu adalah keinginan yang lepas dari kekangan cinta kasihyang tidak dikendalikan oleh akal sehat. Nafsu menerjang batas-batas kecerdasan berpikir dan kasih sayang manusia, Sehingga manusia tidak mengenal dirinya sendiri, hingga menyenangi apa yang harus dibenci. Percayalah, apabila menusia mencintai sesuatu benda bukanlah karena Allah yang telah memberikan kepadanya, tetapi seperti pemiliknya sendiri. Maka dia adalah seorang yang berzina; karena jiwa itu yang seharusnya tetap dalam persekutuan dangan Allah penciptanya, malah bersatu dengan mahluk lain.
Akal dan Nafsu
Berkatalah
Wanita ahli nujum untuk kedua kalinya bertanya kepadanya: Katakanlah kepada kami tentang akal dan nafsu
Mustofa menjawab:
Dalam diri kalian banyak medan perang, akal dan kesadaran kalian selalu bertempur melwan nafsu dan angkara dalam diri kalian.
Aku berharap aku menjadi pencipta kedamaian di dalam jiwa-jiwa kalian, karena itu akan aku rubah perselisihan dan perbedaan dalam unsur-unsur diri kalian menjadi sebuah keteraturan.
Tetapi bagaimana mungkin itu aku lakukan, selama kalian tidak menjadikan diri kalian pencipta-pencipta kedamaian juga, sampai mencintai unsur-unsur kalian semuanya.
Akal dan nafsu kalian keduanya adalah kendang dan layar bagi diri kalian yang luas
Andai layar kalian itu tersayat-sayat atau kendang kalian itu pecah, maka gelombang akan melemparkan kalian, sehingga kalian terdiam di permukaan laut.
Karena akal, jika tidak memberontak akan menjadi kekuatan yang luar biasa dan nafsu jika tidak terpisah , akan menjadi bara api yang membara dengan sendirinya
Hiaso diri kalian dengan akal sehingga kalian akan sampai ke puncak nafsu , sehingga kalian bisa bernyanyi
Dan bakarlah dorongan nafsu kalian dengan selalu berfikir, sehingga nafsu kalian hidup dalam kendali akal, seperti biji(finiq) yang tumbuh dalam debunya
Semoga kalian memperlakukan hikmah dan keinginan kalian sebagaimana kalian memperlakukan tamu kalian di rumah kalian
 Jika seorang pecundang dapat berubah dan ingin mencintai karena hati, maka cintailah Tuhanmu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Jangan pernah merasa memilki ataupun dimiliki. Karena semua yang memiliki adalah pada diri-Nya. Kalau ingin mencintai seseorang maka jangan mengharap memiliki atau dimiliki. Jika mempunyai rasa itu, jangan anggap sebuah cinta, karena itu adalah nafsu. Lalu apakah itu nafsu yang menyeret pada kesesatan atau nafsu yang akan menjadi sebuah jalan untuk menggapai sisi terang? Tanyakanlah kepada hatimu.
“ Ya Allah berilah kekuatan untuk mengubah yang bisa saya ubah, berilah kesabaran untuk menerima yang tidak bisa saya ubah, berilah pengetahuan untuk mengerti perbedaannya.”(Fransiskus)
 Antara akal dan hati tidak dapat dipisahkan. Pecundang mungkin bisa menipu dengan ucapan yang keluar dari akal atau berkata tentang sesuatu padahal hatinya memungkiri. Dan orang-orang seperti itu adalah mereka yang dinamakan penjahat moral, pelacur cinta dan perampok rasa. Seorang kesatria akan berkata sesuai dengan akal dan hatinya, bukan semata karena hati atau akal saja. Dan seseorang yang arif dan bijaksana akan menggunakan akal, hati dan tetap suci untuk mengatakan sesuatu yang diinginkan.
“ Hal pertama dan terburuk dari semua tipuan adalah menipu diri sendiri.”
 Ketika cinta keluar dari mulut seorang pecundang dan seorang gadis yang mendengarnya tampak begitu bahagia, apa yang kau rasakan dalam hati? Sudah dapat dipastikan, akan merasa bahagia melebihi kebahagiaan gadis itu. Mengapa? Karena dirimu merasa sudah dapat memiliki ataupun dimilikinya. Kalau memang begitu perasaanmu, sungguh sangat menyedihkan jika dirimu mengatakan” aku mencintaimu”. Bukanlah lebih baik jika mengatakan” aku ingin memilikimu atau aku ingin menikahimu.”
“Cinta sejati dua insan berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah yaitu cinta pada pasangan hidup yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta yang semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan.”(Ayat-ayat Cinta)
 Mengapa perasaan nafsu diucapkan dengan perkataan cinta? Apakah karena dirimu lebih mengerti atau hanya sekedar mengikuti apa yang selama ini dilakukan. Engkau berkata cinta tapi nafsumu yang berkerja. Lalu di mana akalmu selama ini?Apakah engkau takut jika mengatakan “ aku ingin menafsui mu” karena kebanyakan orang mengatakan bahwa nafsu adalah kejahatan. Lalu apakah kalau mengatakan “aku mencintaimu” dirimu berjalan dalam kebenaran di bawah cahaya Tuhan?
“Buktikanlah bahwa engkau lelaki sejati setelah itu barulah menikah. Meskipun seekor ayam jantan gagah berani dalam pertarungan. Dia tetap akan menyerang dengan sia-sia sebuah patung elang dari perunggu. Seekor kucing bagaikan singa dalam menangkap tikus. Tapi seekor tikus berani melawan seekor harimau.”(Sa'di)
 Tapi inilah kehidupan. Apa yang engkau lakukan tidak sepenuhnya diriku menyalahkan karena kamu berhak untuk tetap menjadi pecundang, kamu punya hak untuk mengatakan apa yang ingin kau ucapkan. Dan aku juga punya hak untuk mengatakan apa yang apa yang semestinya di ketahui. Mengetahui atau tidak bukanlah masalah bagiku. Karena kehidupan terlahir untuk berbeda dalam berpikir, tetapi tidak untuk membedakan yang berakhir dengan permusuhan. Kerjakan saja apa yang menurutmu benar dan aku juga akan melakukan seperi apa yang dirimu jalani yaitu melakukan apa yang menurutku benar.
“ Penampilan orang arif terlihat dari jubahnya. Dan dapat diketahui oleh orang-orang dengan mudah. Berusahalah untuk bersikap sopan. Pikirkan segala sesuatunya yang engkau dengar. Pakailah mahkota di kepalamu dan bendera di belakangmu. Meninggalkan kehidupan duniawi, kesenangan dan hawa nafsu. Untuk mencapai kesucian, bukan berarti hanya meninggalkan jubah kehidupan duniawi. Sangatlah penting untuk menunjukkan keberanian saat bertemu. Tetapi gunanya membawa senjata, saat berkelahi melawan banci.”(Sa'di) 
 Hai pecundang! Cinta itu berat, maka jangan berbicara tentang cinta jika dirimu sekali-kali belum mengerti apalagi memahami. Dan jangan pernah melihat atas nama cinta, jika dirimu belum siap. Jika hal itu engkau lakukan, maka hanya penderitaan yang akan engkau dapat. Lihatlah sesuatu atas nama selain cinta, sebelum kamu mengenal cinta dengan benar dan nyata. Kecuali memang dirimu memang ingin mengikuti seperti apa yang telah dilakukan, itu hak mu terserah dirimu karena aku hanya punya kewajibn untuk memberi tahu, tetapi tidak punya hak untuk melarangmu karena hanya Tuhan yang berhak untuk semua itu. Satu cerita sebagai renungan untuk memaknai cinta itu sendiri
  Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam memciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami, telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya,”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya.”
“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata,”Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan……………………………………
“Sayang, saya tidak bisa mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”
“Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi. Saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika tua nanti, saya masih dapat menolongmu mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya, tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang bisa mencintaimu lebih dari dari saya mencintaimu.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata yang lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Saya sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Dan jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
  Itulah cinta. Kita tidak pernah tahu apakah cinta yang diberikan sesuai yang diinginkan seperti lazimnya. Karena bisa jadi cinta yang diharapkan hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Cos cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.
 Untuk pecundang, lakukanlah suatu tindakan tidak perlu banyak bicara. Karena mulut mu adalah harimaumu. Mulut atau ada yang menamakan bibir, mungkin hanya berbentuk sebuah daging kecil yang mungil. Namun apa yang keluar darinya dapat menyebabkan kehancuran ataupun kebaikan dunia. Lukanya kaki karena senjata itu mudah untuk diobati, tetapi lukanya hati karena cinta kemana obat akan dicari. Begitu besarnya akibat yang ditimbulkan oleh mulut sampai-sampai seorang kekasih Tuhan pernah berucap “ jika kalian beriman kepada Tuhan maka , berkatalah yang baik atau lebih baik diam.”Sungguh luar biasa apa yang bisa diperbuat oleh mulut yang begitu kecil.”
 “Tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Begitu kiranya sang kekasih memberikan nasihat yang begitu bijaksana. Memberi dan memberi, itulah yang tersirat di dalamnya. Namun tahukah kamu beberapa hal lain yang tersirat di dalamnya. Memberi tanpa menyakiti , bersuara tidad menghina dan menyentuh tak ada yang bersimpuh.”
 Jika mengatakan hal yang buruk maka katakanlah itu buruk, jangan sebaliknya menutupi keburukan atas nama kebaikan. Jika kamu melakukan atas nama nafsu mengapa harus berganti nama menjadi cinta. Kalau kamu takut jika diketahui, jadilah seorang ksatria yang mempersiapkan diri untuk dihina. Jangan jadi pengecut yang berkedok kebaikan. Nafsu tetaplah nafsu dan selamanya dia tidak bisa menjadi cinta, meski dia memoles dengan berbagai rupa.
“ Apakah bisa seorang pelacur tua bersumpah dia masih perawan dan seorang polisi tidak pernah melakukan kekerasan kepada orang-orang? Seorang pemuda terlihat bagai seorang pahlawan di mata Tuhan, karena orang tua tidak mampu bangkit dari duduknya. Seorang pemuda harus berusaha kuat untuk menghindari nafsu meskipun orang tua tidak lagi memiliki nafsu birahi.”(Sa'di)
 Seberapapun kebodohan yang kau rasa, sengsara pun derita yang kau terima, seberat apa pun cobaan yang telah ada, bahkan kematian yang sudah tertulis, jodohnya sudah disiapkan untukmu, rejeki yang tersimpan, sedang engkau tahu? Kebaikan dan keburukan kapan itu datang? Semua itu akan dapat diubah oleh-Nya, kekuatan Yang Maha Suci.
“Apapun yang ada di benakmu, lupakan; apapun yang ada di tanganmu, berikan; apapun yang menjadi suratanmua; hadapi !”(Ben Salim)
  Untuk pecundang ada banyak hal yang harus dimengerti jika engkau ingin melakukan sesuatu, pikirkan dan renungkan baik-baik. Begitu pula jika dirimu mengatakan sesuatu, kamu harus berani untuk mempertanggungjawabkan. Jangan hanya bisa bicara, namun tiada fakta untuk membuktikan. Jangan sekedar melakukan tetapi takut untuk menerima akibat ya ng ditimbulkan. Jika dirimu meyakini ada cinta di dunia maka kamu harus bisa membuktikan. Dimana? Seperti apa? Kapan mulainya? Kapan berakhir? Siapa yang mempunyai? Siapa yang diberi? Kamu harus bisa membuktikan itu dengan nyata. Jangan sekedar bersuara, tapi tidak memberikan apa-apa. Jangan sekedar melakukan, tapi tidak tahu arah tujan. Jangan sekedar menjalani, tapi tiada pernah memahami.
“ Seorang laki-laki tanpa kejantanan seperti seorang wanita dan pemuja yang tamak seperti seorang pencopet di jalan raya. Wahai engkau yang memakai jubah putih dan dihormati oleh orang-orang. Sementara catatan perbuatanmu penuh dengan kejelekan. Tangan harus disembunyikan dari dunia. Tidak peduli apakah lengannya pendek ataupun panjang.”(Sa'di)
 Tiada cinta di dunia ini yang ada hanyalah perwujudan dan persifatan seluruh mahluk yang ada di bumi adalah perwujudan dari cinta itu sendiri. Hanya cinta yang dapat mencintai dan hanya cinta yang berhak untuk dicintai. Selain dari-Nya hanyalah cinta yang terlahir dari cinta.
Pada Mu
Ku titipkan secuil asa
Pada Mu
Ku harapkan setetes embun cinta
Kau limpahkan samudra cinta 
   
Bab IV
Tentang Alasan

“ Yang hendak melakukan mencari jalan, 
yang tidak hendak melakukan 
mencari alasan.”(Aura)
  Pecundang hanyalah mereka yang kalah oleh diri sendiri, mereka yang tidak berani mencoba setelah tersungkur untuk kesekian kali. Mereka adalah aktor-aktor kelas teri yang jika di nominasikan dalam acara penghargaan bergengsi mereka cuma mendapatkan kategori aktor figuran terbaik ( dari Hongkong) karena bisanya cuma nebeng nampang kemudian udah ga kelihatan lagi. Kemudian mereka ikut casting lainnya ya cuma sebagai peran figuran dan tidak pernah menjadi sebagai pemeran pembantu bahkan peran utama, karena mereka ga pantas untuk itu. Sebaiknya berkaca dulu, udah cukup modal belum untuk menjadi seorang tokoh utama yang rata-rata sebagai jagoan atau ksatria.
“ Sebelum bahaya datang ia takut, itulah pemalu. Waktu bahaya itu datang ia takut, itulah pengecut. Sesudah bahaya lewat ia baru takut, itulah pemberani.”(Jean Paul Ritcher)
 Hanya satu alasan mengapa mereka menjadi pecundang yaitu karena takut. Mungkin mereka masih gamang dengan jenis kelamin mereka apakah laki-laki atau perempuan. Walau di ktp ditulis pria tapi kalau pnegecut mending pakai rok aja malah pantes. Sehingga rata-rata pecundang selama ini salah kostum karena gak pantes mereka memakai baju layaknya laki-laki. Ketakutan yang merupakan akar dari pecundang pun akhirhnya beralih fungsi menjadi sifat-sifat yang bermacam-macam, antara lain:
1Main-main
2Kadang seorang pecundang untuk pertama kali melakukan tipu daya hanyalah untuk main-main. Jika mereka penasaran dan bisa di manfaatin maka permainan dimulai, Dan jika mereka sudah puas dengan permainan itu maka, game its over. Dan apabila mereka sampai sekarang masih penasaran dan ga bisa dimanfaatin maka kasian ...deh lu! Perlu kesabaran tinggi bila rencana mereka tidak terlaksana maka mereka akan melakukan rencana kedua yang sangat licik yaitu lempar batu sembunyi tangan. So looser, iblis deh! 
3Pesan Rumi
4Tiada cermin kembali menjadi besi
5Tiada roti kembali menjadi gandum
6Tiada anggur kembali menjadi buah yang masam
7Begitu juga dengan dirimu
8Untuk itu matangkanlah hatimu dan jagalah hatimu
9Dari perubahan yang lebih buruk
10Maka jadilah cahaya
11Jaim (Jaga Imej)
12Biasanya seorang pecundang menutupi jati dirinya, dengan berpura-pura sebaga orang yang intelek, taat agama, alim, gentleman, dll, dsb(puiiih...jijay bajay...). Bisa jadi pecundang tersebut sudah putus urat malunya sehingga dia sangat kepedean baget, misal dalam menyatakan cinta. Karena dia mempunyai 10 kiat dalam menyatakan cinta.
Sepuluh Kiat Menjadi ”ke-PD-an” Ketika Mengatakan Cinta
1). Kiat pertama
Ron :” Aku suka kamu, rin...Aku pengen kamu jadi
  pacarku”.
Rina : (malu2) ”Aku juga suka sama kamu, Ron.”
Artinya adalah jelas si Rina suka sama si Roni,
sampe ngomong trus terang gitu.
2) Kiat kedua
Hendro : ”Nov, .....aku bener-bener suka sama kamu. Aku
  pengen kita bisa jalan bareng.”
Novi : ”Kayaknya, kita lebih baik temenan aja deh!”
  ”Kita kan udah lama temenan.”
Artinya adalah Novi pun sebenarnya suka sama si
Hendro . Status"teman" hanya buat alasan aja buat si
Novi biar bisa dekat terus sama si Hendro.
3) Kiat ketiga
Andri : ”Aku merasa cocok jalan sama kamu.”
 ”Mau ga jadi pacarku,Wen?”
Wenny : ”Jangan sekarang deh...aku pengen kosentrasi
 studiku dulu.”
Artinya adalah Wenny suka sama Andri, jawaban yang
gantung dan ngambang kaya gitu, maksudnya biar Andri
penasaran dan tetep stay around si Wenny. Dengan gitu
kan mereka bisa tetep deket. Andaikan si Wenny ga suka
pasti udah ngomong terus terang sama si Andri.
4) Kiat keempat
Roy : ”Kamu cakep deh, Lia aku pengen pacaran sama 
 kamu.”
Lia : ”Terus terang ya, Roy...aku gak suka sama
  kamu!” Aku benci kamu, kamu egois, bau, urakan, 
  males. Pokoknya aku benciiiii sama kamu!!!
Artinya adalah perhatian Lia gede sama Roy. Lia
tau semua sifat-sifat Roy sampai baunya segala(he he
he...). Nggak banyak cewek yang perhatian kayak gitu.
Dan sangat mungkin itu artinya Lia aslinya suka sama
Roy.
5) Kiat kelima 
Indra : ”Aku udah lama merhatiin kamu,Yen......
  ”Aku suka en sayang banget sama kamu.”
Yeni : (Tertawa lepas)”Haa..ha..uahaa..ha..lucu
  kamu Ndra!
Artinya betapa gembiranya Yeni mendengar ucapan
Indra. Ekspresi tawa bahagia tiada tara. Jelas bgt si
Yeni suka sama si Indra, sampe bilang klo si Indra
lucu segala.
6) Kiat keenam
Yanto : ”Ria mau ga jd pacarku?”
Ria : ”Plak!!Plak!!(Ria menyentuh pipi si yanto)
Artinya adalah Yanto spesial buat Ria."Sentuhan"
tangan ria ke pipi Yanto (sampe 2 kali bahkan sampe
ninggalin bekas merah lagi) adalah sentuhan yang ngga
semua cowok bisa ngerasain. Peluang besar buat Yanto
bahwa Ria suka sama dia.
7) Kiat ketujuh
Eko : Win, Wina... aku suka bgt sama kamu!”
  ”Pacaran yuk...”
Wina :” J...cuk!! Aku iki lanang , Ko! Aku koncomu,
  Winarno!! Eling,ko ...eling..Aku WinaRNO...!!!
Artinya adalah Wina seneng sama eko . Masa' sampe
n ngaku-ngaku cowok segala. Ngotot lagi...!Wina ngaku
cowok kan biar selalu bisa santai dan deket sama Eko.
8) Kiat ke delapan
Aji : ”I love u!”
Wati : ”Ohh ... F**K YOU!!!”
Artinya mereka pengen cepet-cepet nikah.
(F**K kan artinya begitu, ngerti ora son?)
9) Kiat ke sembilan
Dono : ”Aduh say,lu mo gak jadi pacarku?”
Dina : ”Jumlahnya 4 kok, kemaren baru dikirim..”.
Dono : ”Nomer teleponku 2314234.”
Dina : ”Oh itu .. mama gue yg masak, enak khan?”
Dono : ”Yap betul.. emang kumis kumis bokap lu tebel
  nya minta ampun...”
Dina : ”Cuman 5000 rupiah bahannya dari karet ...”
Itu artinya mereka lagi ngobrol bersama, sekarang
dan selama-lamanya berdua...
10) Kiat ke sepuluh
Andi : ”Lu pasti suka sama gue! Nikah yuk!”
Bleki : ”Guk!!!’
Artinya si andi bakal nikah sama anjing tetangga.
Kesimpulan:
Jadi jawaban apapun yang nanti diberikan sama si
cewek...peluang selalu ada dan ngga'pernah ketutup. So
tetep SEMANGAT aja, Man....!!!walau setelah itu ceweknya yang sengsara
Mungkin bener dia seorang intelek, alim, banyak temennya n disegani orang di sekitarnya tapi orang yang disakitinya? So don't judge the book by its cover. Kasih waktu paling banter 4 bulan deh( bagi-bagi pengalaman) untuk ngerti apa yang ada dibalik sampul buku itu. Sehinnga bisa dilihat apakah orang yang kejaiman, sok suci muci itu pejuang atau pecundang?
1Berbohong
2Sebenarnya hampir semua orang pernah berbohong, tapi kalau pecundang ini sudah ketelaluan. Karena berbohong adalah alat yang paling ampuh untuk menegelabui korbannya. Kadang mereka mengeluhkan keadaan mereka yang menyedihkan yang bisnis gagal-lah atau malah sibuk pamer kalau bisa punya tanah sama motor dua biji. Show up segede-gedean. La yang punya rumah atau mobil aja ga pamer walau itu rumah pohon di Papua atau mobilnya lengkap pakai remote controll. Mungkin karena sudah biasa berbohong maka kata-kata yang diucapkan sangat-sangat meyakinkan. Walau itu hanya NATO (not action talk only). Hanya berbicara kesana kemari sampai lupa diri. Tapi ketika dlihat gak ada tindakannya sama sekali, its' bullshitt time!
3“ Orang yang terbiasa jujur akan dimaafkan, jika sekali melakukan kesalahan. Tetapi jika dia selalu melakukan kebohongan, orang tidak akan mempercayainya saat menyatakan kebenaran.”(Sa'di)
4Diam
5Setelah bingung ga ada yang bisa dibicarakan mereka akan bungkam 1000....ta tehinggga( kayak iklam sms) bahasa jika sudah ketahuan belangnya. Sehingga kadang orang bingung harus berpikir positif atau negatif. Tapi untuk orang seperti ini hanya diperlukan negatif thingking karena semua masalah yang dikarenakannya hanya akan menggntung dan ga akan tau kelarnya sampai kapan, mungkin sampai di bawanya ke liang lahat. So jangan ditunggu jawaban dari seorang pecundang kalau hanya diam karena cuma buang-buang energi dan waktu percuma. 
6“Kau belumlah mengubah seseorang hanya karena kau telah membuatnya diam.”
7Run 4 the reality
8Ketika diam pun masih diuber-uber maka dia akan lari sekencang-kencangnya menghilang dari bumi, bersembunyi dari orang-orang yang telah ditipunya. Dia lari dari kenyataan yang telah dibuatnya sendiri. Lari dan bersembunyi. Ketika dicari di rumah sembunyi, di telepon di kantor ga diangkat, di telepon di hp dimatiin. Itulah salah satu ciri-cir sifat pecundang ketika takut dan lari dari kenyataan.
9“Yang menyakiti orang lain, menyakiti dirinya sendiri.”(Pribahasa)
10Kekanak-kanakan
11Ternyata umur tidak bisa dipandang apakah seseorang bisa diartikan sudah dewasa, karena ada yang sudah berumur 40 tahun masih kekanak-kanakan, anak mama. Dia mungin menggembar-gemborkan “kaya tanggung-jawab” tapi ketika di mintai tanggung-jawabnya ga pernah di jawab-jawab. Mereka tidak bercemin pada dirinya sendiri, apakah pantas dengan umur yang sudah dianggap sangat dewasa masih berpikiran seperti brondong atau berpikiran seperti anak yang masih mengenyam pendidikan di play group. Pengetahuan diri penting untuk mengetahui diri seseorang, sehingga bisa ditanyakan situ ok?
12Pengetahuan diri
13Seorang laki-laki
 Bertanya kapadanya: Katakanlah kepadaku tentang pengetahuan diri
 Mustofa menjawab:
 Meskipun diam hati kalian tahu rahasia siang dan malam
 Tetapi telinga kalian suka sekali mendengarkan suara pengetahuan yang ada dalam hati kalian, karena itu ungkapankanlah dengan kata-kata apa yang kalian ketahui dengan fikiran kalian
 Dan sentuhlah dengan jari-jari kalian jasad-jasad mimpi kalian yang polos
 Inilah sebenarnya kewajiban kalian
 Meskipun mata air diri kalian itu bersembunyi, dia pasti akan keluar dan mengalir menuju laut
 Sehingga terbukalah simpanan kalian yang dalam yang tak berkesudahanitu di depan mata kalian
 Tapi janganlah kalian tegakkan timbangan yang dengan timbangan itu kalian menimbang harta kalian sembunyi-sembunyi
 Jangan kalian ukur gua-gua pengetahuan kalian dengan tongkat atau dengan seutas tali
 Karena diri laut itu tidak punya batasan dan tidak pula punya ukuran
 Jangan kalian berkata”aku talah menemukan kebenaran
 Jangan kalian berkata “ aku telah menemukan jalan menuju diri, tapi katakan”aku telah menemukan jalan menuju diri yang berjalan di jalanku.”
 Karena jalan diri berjalan di semua jalan
 Diri tidak berjalan di atas seutas tali, dan tidak tumbuh seperti bambu
 Diri itu terbuka seperti rumah singa yang tak terhitung daunnya
1 Bab V
Tentang Solusi

“Bentuk manusia yang berasal dari tetesan mani, 
mengendap selama 40 hari dalam kandungan. 
Jika dalam 40 tahun tidak mempunyai rasa dan kebajikan, 
dia belum bisa disebut seorang laki-laki, kepolosan hidup dan anables. 
Tidak memikirkan bahwa hal itu hanya bentuk fisik.”(Sa'di)
 
 Sadarkah bahwa manusia sesungguhnya dilahirkan adalah pemenang kehidupan. Sebelum bersekutu dengan ovum, diri telah menyisihkan jutaan pejuang lainnya. Mulai sejak awal ejakulasi, diri bertarung dengan sesama, adu cepat, adu tangkas untuk mencapai ovum yang di kejar. Sungguh, diri adalah satu dari jutaan kontestan. So diri adalah seorang pejuang mengapa sekarang menjadi pecundang?
 Mungkin seorang tidak mengerti dan tidak sadar apakah dirinya pejuang atau pecundang karena yang bisa menilai adalah orang lain. Walaupun penilaian itu berkesan subjektif. Sehingga bukan untuk menggurui jika ada sedikit nasihat atau masukan bagi seorang pecundang dan dijamin tidak akan merugikan . 
Nasihat adalah “ Kalau ada orang yang mengkritik anda dan mereka berbicara langsung di hadapan anda, jangan dulu dibantah atau dijawab, tapi biasakan diri untuk mengucapkan secara jujur dari dalam hati perkatakan terima kasih. Di saat anda sudah tidak bersama mereka, sisakan waktu luang untuk merenungi dan memikirkan kembali, apa yang pernah dikritik dari diri anda.” Sedikit masukan bagi pecundang untuk mengatasi sifat yang terdapat dalam dirinya:
1Mengatasi Ketakutan
”Dalam kehidupan itu tak ada yang perlu ditakukan hanya perlu dipahami.”(
Marie Curie)
 Ketakutan harus ditaklukkan kalau orang lain bisa mengapa orang pecundang tidak bisa.? Dengan keyakinan itu akan membuahkan hasil sesuai batas-batas kemampuan sebagai manusia. Melalui sentuhan langsung dengan ketakutan itu sendiri justru bisa berhasil mengasah keberanian dan memiliki nilai tersendiri
Apakah takut pada kematian?
Apakah takut terhadap sesuatu yang bisa menimpa orang yang dicintai?
Apakah takut sendiri di dalam kamar yang terkunci?
Apakah takut ketika berada di ketinggian?
Apakah takut pada air?
Apakah takut pada kegagalan?
Apakah takut pada beberapa jenis binatang?
Apakah takut ketika merasakan gempa?
Apakah takut kalau terjadi sesuatu yang jelek terjadi pada diri sendiri?
Apakah takut ketika terjadi petir atau kilat?
Apakah takut pada api?
Apakah takut pada kegelapan?
Apakah takut pada kemiskinan?
Apakah takut pada keterasingan?
Apakah takut pada ide-ide orang lain dan ucapan-ucapan mereka?
Apakah takut saat pertama kali jumpa dengan orang-orang yang masih asing?
Apakah takut berbicara di depan banyak orang?
Apakah takut pada sifat dengki?
Apakah takut pada atasan atau orang-orang yang memiliki kekuatan dan wewenang ?
 Jika jawabannya “ya” berarti perlu merenungi diri dan lebih
 menguasai emosi karena akan menyebabkan secara pikiran untuk mempresepsikan diri dalam sebuah posisi yang tidak mampu untuk diatasi. Langkah pertama untuk mencabut rasa takut adalah dengan kemampuan yang dimiliki untuk menganalisis diri sendiri atawa bisa juga dengan sedikit kekuatan yang ada mencoba untuk menaklukan ketakutan itu sendiri.
“Ketakutan menjadi jalan pintas menuju kekalahan.”(Aura)
2Kejujuran
3“Dan suaraku menjadi sangat keras dan penentangnya sangat menyakitkan, lagi saat kita membohongi diri sendiri.”
Kejujuran merupakan sifat yang terpuji tapi sangat sulit dilakukan bahkan oleh seorang pecundang yang ada di muka bumi.
Sebenarnya apa susahnya bicara jujur? Apa sih ruginya bicara jujur? Sepertinya tidak susah dan tidak ada ruginya apabila kita bicara jujur. Okelah bicara bohong untuk suatu kebaikan, tapi apabila hanya untuk gengsi atau untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya?
Wake up,man! Cos apakah dengan berbohong segala sesuatu akan menjadi lebih baik? Never! Mungkin tidak masalah bagi seorang pecundang berbohong tapi bagi orang yang dibohongi apakah menyenangkan? Perih!
 ***Integritas dan Kejujuran
 Orang lain pasti ingat apa yang pernah kamu lakukan dan katakan.
 Maka jangan membodohi diri sendiri.
 Kebanyakan orang mengatakan kebohongan.
 Jalanilah kehidupan ini dengan jujur.
 Pilihlah teman-teman bergaul yang benar-benar bisa diajak kerja sama.
 Jelajahilah semua rasa dunia.
 Biarkankanlah perubahan terjadi dan nikmati semua itu.
 Kalau memang berbuat salah,
 Akui saja dan belajarlah untuk memperbaikinya.
 Bicaralah langsung tanpa bertele-tele.
 Lakukanlah apa yang telah kamu janjikan.
 Tunjukkanlah bahwa kata-katamu adalah mutiara.
 Bukan pepesan kosong
Kejujuran adalah simbol kemajuan individu dan harta yang sesungguhnya. Dia merupakan cahaya yang terus-menerus menerangi seseorang. Bukan pada apa yang tampak, tetapi pada apa yang ditimbulkan oleh cahaya kejujuran yang ada dalam hati manusia, yaitu ketenangan hati ditambah kepercayaan orang-orang disekitarnya. Cahaya kejujuran muncul dalam diri yang paling suci tidak mungkin didramatisir atau dibuat-buat. Dia adalah daya tarik yang dihasilkan dari kejernihan hati nurani yang bersih, jujur, hidup dan mencintai semua manusia.
“Satu butir kejujuran akan menghancurkan sekeranjang dusta sesungguhnya. Satu realita akan menghancurkan sekian banyak khayalan. Maka kejujuran adalah landasan utama dan mutiara yang berkilau.”
So dengan semua itu cobalah untuk berkata jujur ! Karena tidak ada gunanya untuk menutupi semua yang tidak diinginkan dengan berbohong. Dengan kejujuran maka sesuatunya akan lebih jelas, dan akan membuat lebih dipercaya oleh semua orang apabila mereka berbicara. So guy’s sadarlah!
3Grow Up!
"Cinta tidak selalu berawal dan berakhir seperti yang kita pikir.
Cinta adalah pertempuran, cinta adalah perang; cinta adalah kedewasaan."
 Kedewasaan adalah proses menjadi (a process of becoming). Untuk menilai tingkat kedewasaan diri sendiri, pecundang perlu melihat dan mencari tanda-tanda pertumbuhan. Bacalah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan jawablah dengan “ya” atau “tidak”. Ingat tidak ada skor dan tidak ada juga jawaban yang benar atau salah.
Daftar pertanyaan ini dapat membantu anda melihat diri anda sendiri secara obyektif, bila anda mampu melakukannya, anda sudah melangkah kaki menuju langkah pertama yang penting bagi pendewasaan diri ; yaitu menerima diri sendiri.
 1–Apakah anda mau menerima tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh bawahan anda?
 2–Apakah bisa mendengarkan orang lain dengan sabar walaupun anda tidak setuju dengannya?
 3–Apakah anda mau memeriksa kembali pendapat diri anda sendiri yang biasanya anda anggap sebagai sebuah kebenaran dan hal yang pasti?
 4–Apakah anda mengambil satu atau dua minggu libur setiap tahunnya?
 5–Apakah anda sanggup menerima reaksi atau umpan balik tentang diri anda, termasuk kritik yang tidak menyenangkan perasaan anda?
 6–Apakah anda tidak begitu mengalami perasaan dongkol pada teman-teman sekerja anda? Apakah anda mudah menghadapi mereka?
 7–Apakah anda berani mengambil sebuah keputusan yang tidak populer mengenai sesuatu yang anda yakini kebenarannya?
 8–Apakah anda menyambut gembira saran-saran dan diskusi dengan bawahan anda?
 9–Apakah anda merasa percaya diri bahwa anda dapat menangani
 persoalan-persoalan anda?
 10–Apakah anda merasa tenang dalam pertemuan-pertemuan dan
 konferensi-konferensi?
 11–Apakah anda secara sukarela menerima suatu tantangan baru atau tanggung jawab tambahan baru?
 12–Apakah anda berusaha untuk memperbaiki keahlian dengan cara membaca buku bermutu, seminar dan belajar?
 13–Apakah anda membina pembantu sehingga dapat mengambil alih sebagian pekerjaan dan tangung jawab anda?
 14–Apakah anda mengembangkan minat baru dalam organisasi sosial, hobi dan lain-lain.
 15–Apakah anda cenderung menolong orang lain ketimbang mengkritiknya?
 16–Apakah anda senantiasa memperbaiki kemampuan anda dalam merencanakan dan menggunakan waktu anda?
 17–Apakah anda belajar mewakilkan atau mendelegasikan tugas-tugas anda?
 18–Apakah anda merasa baik dalam bergaul dengan bawahan anda dan tidak merasa terancam oleh mereka?
 19–Apakah anda jarang marah?
 20–Apakah anda mampu melihat segi-segi humor dalam kebanyakan peristiwa?
 21–Apakah anda mempunyai waktu yangn cukup untuk keluarga anda?
 22–Apakah anda mempunyai pendapat-pendapat baru mengenai diri anda sendiri?
 23–Apakah anda mempunyai sahabat-sahabat baru?
 24–Apakah anda mengubah pendapat dan perasaan anda mengenai beberapa hal?
25–Apakah anda bisa hidup tenang dengan persoalan yang belum anda temukan pemecahaannya?
26–Apakah cukup banyak orang yang minta dan mencari nasehat dan bantuan dari anda?
27–Apakah anda semakin banyak melakukan sesuatu dengan lebih sedikit usaha
28–Apakah anda mempunyai sesuatu keyakinan yang semakin kuat tentang kebenaran-kebenaran dasar, mengenai agama yang anda yakini?
4.Tanggung-jawab
“Anda tidak bisa lari dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini”. 
 Kedewasaan membuat seseorang mempunyai suatu tanggung jawab dalam hidupnya. Baik itu tanggung-jawab kepada orang lain bahkan pada diri sendiri. Jika tanggung jawab pada diri sendiri tidak dapat dilakukan, bagaimana bertanggung jawab kepada orang lain, baik itu perkataan maupun perbuatan. Banyak orang yang mengobral tanggung-jawab, dengan pertama mengatakan sebagai orang yang kaya dengan tanggung jawab dan pada kenyataannya malah lari dari tanggung jawab. Itulah ciri seorang pengecut.
 Oleh karena itulah muncul satu peribahasa, lempar batu sembunyi tangan. Sebuah peribahasa yang mengartikan seorang pecundang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, sehingga dia membiarkan orang lain menanggung beban tanggung jawabnya. Bisa juga diartikan sebagai seseorang yang lepas tanggung jawab, dan suka mencari “kambing hitam”(kambing triak kambing) untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari perbuatannya bisa dengan cara menfitnah, yang dapat merugikan baik materi maupun perasaan orang lain.
 Pecundang tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata, “Itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya.
 Oleh karena itu sedikit masukan untuk bisa bertanggung-jawab
1Lakukan apa yang pernah dijanjikan dengan sesuatu yang nyata, bukan isapan jempol belaka.
2Jangan lari dari tanggung-jawab tapi hadapi dengan berbesar hati, walaupun itu pahit orang pasti akan mengerti karena tidak semua orang pengecut
3Kalau lari dari tanggung-jawab jangan kemudian membebankan pada orang lain, dalam arti lempar batu sembunyi tangan
4Hadapi sebagai seorang kesatria yang dengan gagah mempertanggung-jawabkan segala sesuatu yang telah dikatakan ataupun yang telah dilakukan.
 Sebagai seoreng laki-laki harusnya bisa bercermin dengan usia sudah beranjak melebihi usia cowok abg ataupun cowok brondong. Bertanggung jawab yang tidak hanya dengan kata-kata. Dengan bertanggung jawab akan menjadi lebih bijaksana. Dan kepecundangisme dalam hidup akan hilang berganti dengan label yang paling baru yaitu pejuang. So Good bye Loser, Welcome the Fighter
 Pejuang atau Pecundang
Pejuang berlari mengejar dan menggapai mimpi hati
Pecundang hanya berdiam diri dan berharap mimpi terjadi
Pejuang tidak mengenal kata kalah dan pantang menyerah
Pecundang hanya berkeluh kesah dan mudah pasrah


Pejuang tak henti intropeksi dan perbaiki diri
Pecundang hanya berpuas dan berbangga diri
Pejuang mengisi hari dengan penuh arti
Pecundang hanya terpaku membiarkan waktu berlalu


Pejuang menebarkan harum kebaikan ke penjuru ruang kehidupan
Pecundang hanya membawa dosa bekal berkelana di dunia
Pejuang selalu dikenang karena mewariskan kebajikan
Pecundang dilupakan karena meninggalkan keburukan


Pejuang membentengi hati dari godaan dan rayuan setan
Pecundang menjerumuskan diri pada jebakan dan tipuan setan
Pejuang merindukan kematian dan berharap perjumpaan dengan Tuhan
Pecundang terlenakan kesenangan kehidupan dan terlupakan keabadian


Pejuang tetap ada meski sudah tiada
Pecundang sudah tiada meski masih ada
Tanyakan pada hati, bisikan pada nurani
Apakah kita pejuang ataukah pecundang ?