Sabtu, 06 Desember 2008

Bab IV
Tentang Alasan

“ Yang hendak melakukan mencari jalan, 
yang tidak hendak melakukan 
mencari alasan.”(Aura)
  Pecundang hanyalah mereka yang kalah oleh diri sendiri, mereka yang tidak berani mencoba setelah tersungkur untuk kesekian kali. Mereka adalah aktor-aktor kelas teri yang jika di nominasikan dalam acara penghargaan bergengsi mereka cuma mendapatkan kategori aktor figuran terbaik ( dari Hongkong) karena bisanya cuma nebeng nampang kemudian udah ga kelihatan lagi. Kemudian mereka ikut casting lainnya ya cuma sebagai peran figuran dan tidak pernah menjadi sebagai pemeran pembantu bahkan peran utama, karena mereka ga pantas untuk itu. Sebaiknya berkaca dulu, udah cukup modal belum untuk menjadi seorang tokoh utama yang rata-rata sebagai jagoan atau ksatria.
“ Sebelum bahaya datang ia takut, itulah pemalu. Waktu bahaya itu datang ia takut, itulah pengecut. Sesudah bahaya lewat ia baru takut, itulah pemberani.”(Jean Paul Ritcher)
 Hanya satu alasan mengapa mereka menjadi pecundang yaitu karena takut. Mungkin mereka masih gamang dengan jenis kelamin mereka apakah laki-laki atau perempuan. Walau di ktp ditulis pria tapi kalau pnegecut mending pakai rok aja malah pantes. Sehingga rata-rata pecundang selama ini salah kostum karena gak pantes mereka memakai baju layaknya laki-laki. Ketakutan yang merupakan akar dari pecundang pun akhirhnya beralih fungsi menjadi sifat-sifat yang bermacam-macam, antara lain:
1Main-main
2Kadang seorang pecundang untuk pertama kali melakukan tipu daya hanyalah untuk main-main. Jika mereka penasaran dan bisa di manfaatin maka permainan dimulai, Dan jika mereka sudah puas dengan permainan itu maka, game its over. Dan apabila mereka sampai sekarang masih penasaran dan ga bisa dimanfaatin maka kasian ...deh lu! Perlu kesabaran tinggi bila rencana mereka tidak terlaksana maka mereka akan melakukan rencana kedua yang sangat licik yaitu lempar batu sembunyi tangan. So looser, iblis deh! 
3Pesan Rumi
4Tiada cermin kembali menjadi besi
5Tiada roti kembali menjadi gandum
6Tiada anggur kembali menjadi buah yang masam
7Begitu juga dengan dirimu
8Untuk itu matangkanlah hatimu dan jagalah hatimu
9Dari perubahan yang lebih buruk
10Maka jadilah cahaya
11Jaim (Jaga Imej)
12Biasanya seorang pecundang menutupi jati dirinya, dengan berpura-pura sebaga orang yang intelek, taat agama, alim, gentleman, dll, dsb(puiiih...jijay bajay...). Bisa jadi pecundang tersebut sudah putus urat malunya sehingga dia sangat kepedean baget, misal dalam menyatakan cinta. Karena dia mempunyai 10 kiat dalam menyatakan cinta.
Sepuluh Kiat Menjadi ”ke-PD-an” Ketika Mengatakan Cinta
1). Kiat pertama
Ron :” Aku suka kamu, rin...Aku pengen kamu jadi
  pacarku”.
Rina : (malu2) ”Aku juga suka sama kamu, Ron.”
Artinya adalah jelas si Rina suka sama si Roni,
sampe ngomong trus terang gitu.
2) Kiat kedua
Hendro : ”Nov, .....aku bener-bener suka sama kamu. Aku
  pengen kita bisa jalan bareng.”
Novi : ”Kayaknya, kita lebih baik temenan aja deh!”
  ”Kita kan udah lama temenan.”
Artinya adalah Novi pun sebenarnya suka sama si
Hendro . Status"teman" hanya buat alasan aja buat si
Novi biar bisa dekat terus sama si Hendro.
3) Kiat ketiga
Andri : ”Aku merasa cocok jalan sama kamu.”
 ”Mau ga jadi pacarku,Wen?”
Wenny : ”Jangan sekarang deh...aku pengen kosentrasi
 studiku dulu.”
Artinya adalah Wenny suka sama Andri, jawaban yang
gantung dan ngambang kaya gitu, maksudnya biar Andri
penasaran dan tetep stay around si Wenny. Dengan gitu
kan mereka bisa tetep deket. Andaikan si Wenny ga suka
pasti udah ngomong terus terang sama si Andri.
4) Kiat keempat
Roy : ”Kamu cakep deh, Lia aku pengen pacaran sama 
 kamu.”
Lia : ”Terus terang ya, Roy...aku gak suka sama
  kamu!” Aku benci kamu, kamu egois, bau, urakan, 
  males. Pokoknya aku benciiiii sama kamu!!!
Artinya adalah perhatian Lia gede sama Roy. Lia
tau semua sifat-sifat Roy sampai baunya segala(he he
he...). Nggak banyak cewek yang perhatian kayak gitu.
Dan sangat mungkin itu artinya Lia aslinya suka sama
Roy.
5) Kiat kelima 
Indra : ”Aku udah lama merhatiin kamu,Yen......
  ”Aku suka en sayang banget sama kamu.”
Yeni : (Tertawa lepas)”Haa..ha..uahaa..ha..lucu
  kamu Ndra!
Artinya betapa gembiranya Yeni mendengar ucapan
Indra. Ekspresi tawa bahagia tiada tara. Jelas bgt si
Yeni suka sama si Indra, sampe bilang klo si Indra
lucu segala.
6) Kiat keenam
Yanto : ”Ria mau ga jd pacarku?”
Ria : ”Plak!!Plak!!(Ria menyentuh pipi si yanto)
Artinya adalah Yanto spesial buat Ria."Sentuhan"
tangan ria ke pipi Yanto (sampe 2 kali bahkan sampe
ninggalin bekas merah lagi) adalah sentuhan yang ngga
semua cowok bisa ngerasain. Peluang besar buat Yanto
bahwa Ria suka sama dia.
7) Kiat ketujuh
Eko : Win, Wina... aku suka bgt sama kamu!”
  ”Pacaran yuk...”
Wina :” J...cuk!! Aku iki lanang , Ko! Aku koncomu,
  Winarno!! Eling,ko ...eling..Aku WinaRNO...!!!
Artinya adalah Wina seneng sama eko . Masa' sampe
n ngaku-ngaku cowok segala. Ngotot lagi...!Wina ngaku
cowok kan biar selalu bisa santai dan deket sama Eko.
8) Kiat ke delapan
Aji : ”I love u!”
Wati : ”Ohh ... F**K YOU!!!”
Artinya mereka pengen cepet-cepet nikah.
(F**K kan artinya begitu, ngerti ora son?)
9) Kiat ke sembilan
Dono : ”Aduh say,lu mo gak jadi pacarku?”
Dina : ”Jumlahnya 4 kok, kemaren baru dikirim..”.
Dono : ”Nomer teleponku 2314234.”
Dina : ”Oh itu .. mama gue yg masak, enak khan?”
Dono : ”Yap betul.. emang kumis kumis bokap lu tebel
  nya minta ampun...”
Dina : ”Cuman 5000 rupiah bahannya dari karet ...”
Itu artinya mereka lagi ngobrol bersama, sekarang
dan selama-lamanya berdua...
10) Kiat ke sepuluh
Andi : ”Lu pasti suka sama gue! Nikah yuk!”
Bleki : ”Guk!!!’
Artinya si andi bakal nikah sama anjing tetangga.
Kesimpulan:
Jadi jawaban apapun yang nanti diberikan sama si
cewek...peluang selalu ada dan ngga'pernah ketutup. So
tetep SEMANGAT aja, Man....!!!walau setelah itu ceweknya yang sengsara
Mungkin bener dia seorang intelek, alim, banyak temennya n disegani orang di sekitarnya tapi orang yang disakitinya? So don't judge the book by its cover. Kasih waktu paling banter 4 bulan deh( bagi-bagi pengalaman) untuk ngerti apa yang ada dibalik sampul buku itu. Sehinnga bisa dilihat apakah orang yang kejaiman, sok suci muci itu pejuang atau pecundang?
1Berbohong
2Sebenarnya hampir semua orang pernah berbohong, tapi kalau pecundang ini sudah ketelaluan. Karena berbohong adalah alat yang paling ampuh untuk menegelabui korbannya. Kadang mereka mengeluhkan keadaan mereka yang menyedihkan yang bisnis gagal-lah atau malah sibuk pamer kalau bisa punya tanah sama motor dua biji. Show up segede-gedean. La yang punya rumah atau mobil aja ga pamer walau itu rumah pohon di Papua atau mobilnya lengkap pakai remote controll. Mungkin karena sudah biasa berbohong maka kata-kata yang diucapkan sangat-sangat meyakinkan. Walau itu hanya NATO (not action talk only). Hanya berbicara kesana kemari sampai lupa diri. Tapi ketika dlihat gak ada tindakannya sama sekali, its' bullshitt time!
3“ Orang yang terbiasa jujur akan dimaafkan, jika sekali melakukan kesalahan. Tetapi jika dia selalu melakukan kebohongan, orang tidak akan mempercayainya saat menyatakan kebenaran.”(Sa'di)
4Diam
5Setelah bingung ga ada yang bisa dibicarakan mereka akan bungkam 1000....ta tehinggga( kayak iklam sms) bahasa jika sudah ketahuan belangnya. Sehingga kadang orang bingung harus berpikir positif atau negatif. Tapi untuk orang seperti ini hanya diperlukan negatif thingking karena semua masalah yang dikarenakannya hanya akan menggntung dan ga akan tau kelarnya sampai kapan, mungkin sampai di bawanya ke liang lahat. So jangan ditunggu jawaban dari seorang pecundang kalau hanya diam karena cuma buang-buang energi dan waktu percuma. 
6“Kau belumlah mengubah seseorang hanya karena kau telah membuatnya diam.”
7Run 4 the reality
8Ketika diam pun masih diuber-uber maka dia akan lari sekencang-kencangnya menghilang dari bumi, bersembunyi dari orang-orang yang telah ditipunya. Dia lari dari kenyataan yang telah dibuatnya sendiri. Lari dan bersembunyi. Ketika dicari di rumah sembunyi, di telepon di kantor ga diangkat, di telepon di hp dimatiin. Itulah salah satu ciri-cir sifat pecundang ketika takut dan lari dari kenyataan.
9“Yang menyakiti orang lain, menyakiti dirinya sendiri.”(Pribahasa)
10Kekanak-kanakan
11Ternyata umur tidak bisa dipandang apakah seseorang bisa diartikan sudah dewasa, karena ada yang sudah berumur 40 tahun masih kekanak-kanakan, anak mama. Dia mungin menggembar-gemborkan “kaya tanggung-jawab” tapi ketika di mintai tanggung-jawabnya ga pernah di jawab-jawab. Mereka tidak bercemin pada dirinya sendiri, apakah pantas dengan umur yang sudah dianggap sangat dewasa masih berpikiran seperti brondong atau berpikiran seperti anak yang masih mengenyam pendidikan di play group. Pengetahuan diri penting untuk mengetahui diri seseorang, sehingga bisa ditanyakan situ ok?
12Pengetahuan diri
13Seorang laki-laki
 Bertanya kapadanya: Katakanlah kepadaku tentang pengetahuan diri
 Mustofa menjawab:
 Meskipun diam hati kalian tahu rahasia siang dan malam
 Tetapi telinga kalian suka sekali mendengarkan suara pengetahuan yang ada dalam hati kalian, karena itu ungkapankanlah dengan kata-kata apa yang kalian ketahui dengan fikiran kalian
 Dan sentuhlah dengan jari-jari kalian jasad-jasad mimpi kalian yang polos
 Inilah sebenarnya kewajiban kalian
 Meskipun mata air diri kalian itu bersembunyi, dia pasti akan keluar dan mengalir menuju laut
 Sehingga terbukalah simpanan kalian yang dalam yang tak berkesudahanitu di depan mata kalian
 Tapi janganlah kalian tegakkan timbangan yang dengan timbangan itu kalian menimbang harta kalian sembunyi-sembunyi
 Jangan kalian ukur gua-gua pengetahuan kalian dengan tongkat atau dengan seutas tali
 Karena diri laut itu tidak punya batasan dan tidak pula punya ukuran
 Jangan kalian berkata”aku talah menemukan kebenaran
 Jangan kalian berkata “ aku telah menemukan jalan menuju diri, tapi katakan”aku telah menemukan jalan menuju diri yang berjalan di jalanku.”
 Karena jalan diri berjalan di semua jalan
 Diri tidak berjalan di atas seutas tali, dan tidak tumbuh seperti bambu
 Diri itu terbuka seperti rumah singa yang tak terhitung daunnya

Tidak ada komentar: